Swab PCR Beratkan Penumpang, Garuda Usul Cukup Rapid Test Saja

Protokol penerbangan saat ini yang mewajibkan physical distancing di dalam pesawat dinilai memberatkan maskapai. Ditambah lagi, keharusan bagi setiap penumpang untuk menyertakan bukti bebas dari Covid-19 lewat tes swab polymerase chain reaction (PCR). Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra.

Dikutip dari kontan.co.id (7/6/2020), Irfan mengusulkan agar syarat bagi masyarakat yang ingin menggunakan melakukan perjalanan udara di era new normal cukup mencantumkan surat keterangan bebas dari Covid-19 berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat saja.

Menurut dia, tes cepat juga sudah dirasa cukup untuk menjadi syarat bagi calon penumpang agar bisa menikmati layanan jasa transportasi udara.

“Kami berharap protokol disederhanakan dengan cukup mewajibkan penumpang melakukan rapid test sebelum penerbangan,” ungkap Irfan saat konferensi pers secara virtual, Jum’at (5/6/2020) lalu.

Irfan mencetuskan, layanan ini tes cepat pun dapat disediakan maskapai, sehingga penumpang tidak perlu repot-repot mencari tempat pengecekan yang hingga saat ini masih sulit didapatkan.

“Saya juga berharap Kemenhub dan Gugus Tugas akan mengeluarkan policy (kebijakan) baru new normal yang memungkinkan kami lebih terelaksasi dalam melakukan penerbangan ke depan,” harapnya.

Perlu diketahui, biaya membuat surat keterangan bebas dari Covid-19 dengan metode uji swab berbasis PCR tidak murah. Setidaknya, calon penumpang perlu menyiapkan dana Rp1,8 juta-Rp2,5 juta untuk sekali tes PCR dan tes cepat seharga Rp300 ribu-Rp500 ribu.

Menurut Irfan, biaya pembuktian bahwa calon penumpang bebas dari Covid-19 jauh lebih mahal ketimbang harga tiket pesawat yang mereka beli. Buntutnya, keadaan ini bisa berdampak pada minat masyarakat akan jasa transportasi udara.

“Sebenarnya saya tidak mengeluh, berharap harga PCR turun, jangan sampai harga keterangan yang menunjukkan Anda sehat lebih mahal dibanding harga terbangnya. Sehingga tidak memberatkan teman-teman yang mau terbang,” ungkap Irfan.

Berdasarkan surat edaran No. 5 tahun 2020 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, masyarakat diberi pilihan untuk menggunakan tes PCR, tes cepat atau surat keterangan bebas gejala influenza jika di wilayahnya tidak tersedia fasilitas PCR dan tes cepat.

Kata Irfan, tidak semua wilayah mempunyai alat PCR. Dengan keterbatasan tersebut, nantinya masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi penerbangan akan kesulitan memenuhi syarat-syarat yang diperlukan.

“PCR tidak ada di semua tempat, rapid test juga tidak di semua tempat,” ujar Irfan.

Oleh karena itu, Irfan menyampaikan bahwa Garuda Indonesia berencana menyiapkan tes cepat Covid-19 bagi penumpang yang akan melakukan penerbangan.

“Filosofinya, orang yang naik pesawat itu sehat, karena itu kita menyaring dan Gugus Tugas juga sudah mensyaratkan orang tidak boleh melakukan perjalanan kalau belum punya rapid test,” tandasnya.

Dalam menyambut tatanan normal baru, Garuda juga tengah menyiapkan protokol pelayanan baru. Seperti pemakaian pelindung wajah dan masker oleh awak kabin dan peningkatan sterilisasi alat makan dalam kabin.

Baca Juga:

Begini Cara Masukan Dokumen Perjalanan ke Aplikasi Travelation

Kebut Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen, AP 2 Libatkan 700 Penumpang Garuda

Di Tengah Covid-19, Garuda Umumkan Cetak Laba Usaha USD147,01 Juta

Siapkan Rebound Strategy di Masa Normal Baru, Ini 6 Inisiatif AP 1

Angkasa Pura I (AP 1) menyiapkan rebound strategy sebagai inisiatif strategis dalam menghadapi fase new normal atau normal baru pandemi Covid-19.

Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi menuturkan, terdapat 6 inisiatif dalam rebound strategy tersebut. Satu di antaranya berkaitan dengan antisipasi normal baru, dua berikutnya berkenaan pembangunan bisnis baru, dan tiga lainnya yang melibatkan process-people-technology.

“Angkasa Pura I menyiapkan rebound strategy sebagai upaya mengantisipasi konsisi new normal dan menyiapkan lompatan pertumbuhan perusahaan pada 2021 melalui program kerja multi-dimension performance improvement,” ujar Direktur Utama AP 1, Faik fahmi, Sabtu (6/6/2020).

Berikut keenam inisiatif tersebut:

1. Persiapan The New Normal

AP 1 memetakan dan menyiapkan touch points pengguna bandara yang akan berubah perilakunya menjadi new normal pada fase baru pandemi Covid-19 atau ketika pandemi dinyatakan usai.

Misalnya, petugas di konter check-in wajib menggunakan masker dan sarung tangan, serta sanitasi bagasi. Melakukan security check seperti sanitasi barang bawaan, CCTV enhancement untuk dapat mengenali wajah dan masker, serta penggunaan thermal scanner.

Tempat duduk di ruang tunggu diberi jarak, makanan dijual menggunakan vending machine, dan pembayaran secara dijital. Kemudian jarak antrean antarcalon penumpang saat di boarding gate minimal 1,5 meter.

2. Penguatan Portofolio Bisnis Baru

Mengembangkan adjacent business untuk memperkuat portofolio. Menciptakan new business stream yang tidak memiliki ketergantungan terhadap jumlah trafik pesawat dan penumpang. Mengoptimalkan asset lahan tidak produktif untuk menunjang new business stream.

Lalu diversifikasi pendapatan melalui digital monetizing dan optimalisasi anak perusahaan agar dapat menciptakan ekosistem bandara yang terintegrasi melalui aerocity, cargo village, amusement park, dan komponen lainnya.

3. Business Process Improvement

Perbaikan proses bisnis eksisting dalam konteks revenue safeguarding dan cost leadership. Dukungan fungsi digital dalam perbaikan proses bisnis seperti penggunaan artificial intelligence untuk mencatat pergerakan parkir pesawat dan penggunaan aviobridge.

4. Restrukturisasi Organisasi

Simplifikasi organisasi kantor cabang serta pembagia fokus kantor pusat dan kantor cabang untuk optimalisasi proses penyusuanan kebijakan dan monitoring kinerja (kantor pusat) serta pelaksanaan kegiatan operasi dan layanan (kantor cabang).

Kemudian memberdayakan peran pejabat fungsional dalam bidangnya.

5. Enterprise Architecture

Memetakan ulang arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi di AP 1 beserta anak perusahaannya. Lalu penyusunan tata kelola induk dan anak perusahaan.

6. Strategic Procurement

Penguatan perencanaan pengadaan melalui category management. Kemudian sentralisasi tim pengadaan.

Menurut dia, situasi saat ini dan prediksi ke depan merupakan momen yang sangat menantang bagi operator bandara untuk menjalankan bisnis dan kewajiban pelayanan publiknya.

“Namun melalui upaya persiapan ini, Angkasa Pura I optimis dapat lebih siap memasuki masa new normal dan melakukan lompatan bisnis ketika pandemi ini berakhir nanti,” tandasnya.

Baca Juga:

Begini Cara Masukan Dokumen Perjalanan ke Aplikasi Travelation

Kebut Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen, AP 2 Libatkan 700 Penumpang Garuda

Di Tengah Covid-19, Garuda Umumkan Cetak Laba Usaha USD147,01 Juta

 

Angkasa Pura I Siapkan Rebound Strategy di Masa Normal Baru

Angkasa Pura I (AP 1) menyiapkan rebound strategy sebagai inisiatif strategis dalam menghadapi fase new normal atau normal baru pandemi Covid-19.

Sejak awal merebaknya Covid-19 di Indonesia pada Maret lalu, AP 1 telah menerapkan survival strategy. Hal ini sebagai upaya perusahaan untuk bertahan di tengah penurunan trafik penumpang pesawat akibat pembatasan perjalanan udara yang berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatan perusahaan.

“Angkasa Pura I menyiapkan rebound strategy sebagai upaya mengantisipasi kondisi new normal dan menyiapkan lompatan pertumbuhan perusahaan pada 2021 melalui program kerja multi-dimension performance improvement,” ujar Direktur Utama AP 1, Faik fahmi, Sabtu (6/6/2020).

Faik mengatakam, berbagai upaya dalam rebound strategy yang sudah mulai dilakukan pada sisa tahun ini dapat dirasakan pada 2021, ketika situasi sudah berangsur kembali normal dari pandemi Covid-19.

Menurut dia, situasi saat ini dan prediksi ke depan merupakan momen yang sangat menantang bagi operator bandara untuk menjalankan bisnis dan kewajiban pelayanan publiknya.

“Namun melalui upaya persiapan ini, Angkasa Pura I optimis dapat lebih siap memasuki masa new normal dan melakukan lompatan bisnis ketika pandemi ini berakhir nanti,” tandasnya.

Baca Juga:

Begini Cara Masukan Dokumen Perjalanan ke Aplikasi Travelation

Kebut Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen, AP 2 Libatkan 700 Penumpang Garuda

Di Tengah Covid-19, Garuda Umumkan Cetak Laba Usaha USD147,01 Juta

 

Begini Cara Masukan Dokumen Perjalanan ke Aplikasi Travelation

Di tengah pandemi COVID-19, setiap calon penumpang pesawat rute domestik harus memiliki dokumen tambahan yang disyaratkan untuk dapat melakukan perjalanan udara. Semua dokumen itu akan diperiksa oleh para petugas di bandara. Saat ini, Angkasa Pura II (AP 2) tengah membangun sistem agar pemeriksaan dilakukan secara digital.

Lewat Pre-clearance Document Information System, calon penumpang pesawat bisa mengunggah dokumen perjalanan melalui aplikasi Travelation untuk kemudian dilakukan pemeriksaan guna mendapat persetujuan awal (pre-cleareance).

“Di aplikasi Travelation, penumpang melakukan registrasi dan menggunggah dokumen untuk mendapatkan pre-clearance berupa QR Code di smartphone atau gadget. Kemudian, QR Code tersebut diperiksa checkpoint 1 yang ada di bandara,” terang Presiden Direktur AP 2, Muhammad Awaluddin, Jum’at (5/6/2020).

Di checkpoint atau titik pemeriksasn selanjutnya, seluruh dokumen fisik diperiksa kembali, termasuk dokumen kesehatan calon penumpang untuk mendapatkan clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes). Ke depannya, clearance juga akan diberikan secara digital.

Baca Juga:

Kebut Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen, AP 2 Libatkan 700 Penumpang Garuda

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Proses selanjutnya, penumpang melakukan check-in dengan menunjukkan clearance dan dokumen lainnya kepada petugas maskapai.

“Tujuan akhirnya adalah digitalisasi penuh mulai dari registrasi di luar bandara hingga proses check-in di bandara. Kemudian, penumpang masuk ke boarding lounge untuk bersiap naik pesawat,” ujar Awaluddin.

VP Ground Services Garuda Indonesia, Engelin Yolanda Kardinal mengatakan, pemeriksaan dokumen secara digital ini merupakan bentuk dari pemanfaatan teknologi informasi, yang dapat membuat proses keberangkatan domestik lebih sederhana dengan tetap memenuhi prosedur.

“Garuda Indonesia berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura II dalam mempersiapkan implementasi sistem pengecekan dokumen secara digital ini,” imbuhnya.

Kata dia, dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi dengan melibatkan penumpang Citilink Indonesia.

Salah satu penumpang Garuda Indonesia yang mengikuti simulasi mengatakan bahwa digitalisasi pemeriksaan membuat prosedur menjadi lebih sederhana, praktis dan efisien.

“Menurut saya, dengan seperti ini lebih efisien, cepat dan tidak ribet. Soalnya, bawa berkas kan banyak dan takut tercecer. Kalau lewat online jadi lebih simpel, lebih praktis dan lebih efisien,” akunya.

Pemeriksaan dokumen secara digital ini secara perdana akan dilakukan di Soekarno-Hatta dan kemudian diterapkan di bandara-bandara lain yang dikelola AP 2.

Kebut Digitalisasi Pemeriksaan Dokumen, AP 2 Libatkan 700 Penumpang Garuda

Angkasa Pura II (AP 2) tengah menyiapkan Pre-Clearance Document Information System guna melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan penumpang pesawat rute domestik secara digital di tengah pandemi COVID-19.

Presiden Direktur AP 2, Muhammad Awaluddin mengatakan, pemeriksaan dokumen perjalanan secara digital bertujuan untuk menyederhanakan prosedur, namun tetap dijalani secara ketat, dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

“Target kami setelah 7 Juni 2020 sudah bisa dilakukan pengecekan dokumen secara digital di Bandara Soekarno-Hatta. Ini bukan sesuatu yang direncanakan sejak lama, namun harus diimplementasikan secara cepat dengan tetap memastikan pemeriksaan berjalan ketat serta mengutamakan prinsip kehati-hatian,” ujarnya, Jum’at (5/6/2020).

Kata Awaluddin, persiapan secara cepat dan matang terus dilakukan perseroan. Di antaranya melakukan simulasi rutin hampir setiap hari sejak 31 Mei 2020, dan pada 4-5 Juni 2020 dilakukan simulasi dengan melibatkan penumpang Garuda Indonesia di Terminal 3 Soekarno-Hatta.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Garuda Indonesia telah menginformasikan kepada calon penumpang di 2 penerbangan bahwa dokumen perjalanan yang dipersyaratkan dapat diunggah ke aplikasi Travelation. Dokumen tersebut meliputi RT-PCR (hasil negatif COVID-19) atau rapid test (hasil non-reaktif COVID-19) yang masih berlaku, Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), surat pernyataan perjalanan dan surat perjalanan dari lembaga/ instansi.

Selama 4-5 Juni 2020, sebanyak 400 penumpang telah melakukan registrasi di Travelation, di mana hal ini menandakan animo penumpang cukup tinggi terhadap digitalisasi pemeriksaan dokumen.

Adapun pada hari ini, Sabtu, 6 Juni 2020, kembali dilakukan simulasi yang melibatkan 300 penumpang Garuda Indonesia pada 6 penerbangan.

Di Tengah Covid-19, Garuda Umumkan Cetak Laba Usaha USD147,01 Juta

Garuda Indonesia PK-GFD

Makapai Garuda Indonesia berhasil mencetak laba usaha sebesar USD147,01 juta pada tahun kinerja 2019. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang dibukukan senilai USD 6,98 juta.

“Capaian laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59 persen dari pencapaian tahun 2018, yaitu menjadi sebesar USD 4,57 miliar,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam konferensi pers virtual terkait penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) melalui aplikasi Zoom, Jum’at (5/6/2020) siang.

Irfan menjelasan, capaian ini diraih melalui strategi quick wins priority yang dijalankan Perusahaan.

“Melalui penguatan budaya Perusahaan berbasis People, Process & Technology; Strategi peningkatan pendapatan; serta peninjauan atas struktur biaya Perusahaan,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 tidak terelakan membawa dampak signifikan terhadap kinerja operasional Garuda Indonesia. Saat ini Perusahaan tengah menyiapkan berbagai upaya pemulihan kinerja untuk menghadapi era new normal.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Irfan mengatakan, kunci utama dalam menghadapi era ini adalah adalah menjaga kesinambungan keberlangsungan bisnis Perusahaan dengan tren supply & demand di era new normal.

“Efisiensi menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi era new normal ini. Mindset bisnis penerbangan juga harus terus berevolusi menyelaraskan dengan realitas kondisi yang ada. Langkah tersebut yang secara bertahap terus kami lakukan mulai dari aspek operasional hingga optimalisasi lini bisnis,” kata dia.

Garuda Indonesia juga telah melakukan serangkaian upaya pemulihan kinerja Perusahaan yang fokus utamanya adalah memastikan beban operasi bergerak dinamis dengan tantangan kinerja yang ada saat ini. Di antaranya, melalui upaya renegosiasi biaya sewa pesawat sekaligus memperpanjang masa sewa pesawat, melakukan renegosiasi kewajiban Perusahaan yang akan jatuh tempo, dan melakukan program efisiensi biaya dengan memprioritaskan keselamatan & layanan penerbangan.

APLOG Luncurkan Layanan Kargo Udara, Ini Daftar Rutenya

Di tengah masa pandemik Covid-19, Angkasa Pura Logistik (APLOG) meluncurkan layanan kargo udara (air freight). Langkah ini disebut sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat bisnis dan konektivitas logistik di Indonesia.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang,” terang Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi dalam seremoni virtual peluncuran layanan tersebut di Kantor Pusat AP 1, Kemayoran, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Dijelaskan Direktur Utama APLOG, Danny P. Thaharsyah, pada layanan air freight ini, APLOG bekerjasama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan armada pesawat.

Pada tahap awal, layanan air freight ini didukung dua armada ATR 72-500F yang disewa dari Pelita Air. Kemudian, ke depannya akan ada penambahan satu pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

Kata dia, ketiga armada ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut hingga barang berbahaya. Ada 10 kota yang menjadi jaringan layanan ini. Sembilan kota di antaranya di dalam negeri, sementara satu lainnya di luar negeri.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Kesepuluh kota tersebut adalah Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam, dan Singapura.

Danny menguraikan, dua pesawat ATR 72-500F yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yakni Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar.

Sedangkan pesawat Boeing 737-300 dengan volume kargo 15.000 kg nantinya akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

“Diluncurkannya layanan air freight Angkasa Pura Logistik ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan. Sebelumnya, portofolio bisnis logistik perusahaan mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU), merchandise distribution centertotal baggage solution, dan warehouse,” jelas Danny.

Dia berharap, dengan makin lengkapnya layanan logistik, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan bisnis perusahaan serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan efektifitas logistik nasional.

Peluncuran layanan baru ini ditandai dengan prosesi lepas landas armada pesawat kargo ATR 72-500F registrasi PK-PAW dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin menuju Bandara Juanda di Surabaya, Kamis sore.

APLOG Punya 3 Pesawat Kargo, Segini Total Kapasitas Angkutnya

Sebagai langkah untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia, Angkasa Pura Logistik (APLOG) meluncurkan layanan kargo udara (air freight), Kamis, 4 Juni 2020.

Pada layanan barunya, perusahaan anak Angkasa Pura I (AP 1) ini telah memiliki satu armada pesawat jenis ATR 72-500F registrasi PK-PAW. APLOG bekerjasama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan armada pesawat.

Satu armada dengan jenis yang sama akan segera memperkuat layanan. Ke depannya, akan ada penambahan satu pesawat kargo jenis Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

“Angkasa Pura Logistik berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis air freight di Indonesia yang cukup tinggi itu melalui peluncuran layanan air freight,” tutur Direktur Utama APLOG, Danny P. Thaharsyah dalam seremoni virtual peluncuran layanan tersebut di Kantor Pusat AP 1, Kemayoran, Jakarta.

Danny menyebutkan bahwa ketiga armada tersebut melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut hingga barang berbahaya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, dua pesawat ATR 72-500 memiliki volume kargo sebesar 8.200 kg, sementara Boeing 737-300 memiliki kapasitas angkut seberat 15.000 kg.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Dia menerangkan, berdasarkan data Mondor Intelligence Reports 2019, dalam jangka panjang bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110% sejak 2018-2024 dengan angka US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar.

Total volume pasar air freight juga diprediksi terus bertumbuh sebesar 26% hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.

“Diluncurkannya layanan air freight Angkasa Pura Logistik ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan. Sebelumnya, portofolio bisnis logistik perusahaan mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU), merchandise distribution centertotal baggage solution, dan warehouse,” jelas Danny.

Dia berharap, dengan makin lengkapnya layanan logistik, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan bisnis perusahaan serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan efektifitas logistik nasional.

Peluncuran layanan baru ini ditandai dengan prosesi lepas landas armada pesawat kargo ATR 72-500F registrasi PK-PAW dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin menuju Bandara Juanda di Surabaya, Kamis sore.

Tren Bisnis Ekspedisi Naik, APLOG Luncurkan Layanan Kargo Udara

Angkasa Pura Logistik (APLOG) meluncurkan layanan kargo udara (air freight), Kamis, 4 Juni 2020. Langkah ini sebagai upaya untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia.

Perusahaan mengatakan, berdasarkan data Mondor Intelligence Reports 2019, dalam jangka panjang bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110% sejak 2018-2024 dengan angka US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar.

Disebutkan, total volume pasar air freight juga diprediksi terus bertumbuh sebesar 26% hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.

“Angkasa Pura Logistik berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis air freight di Indonesia yang cukup tinggi itu melalui peluncuran layanan air freight,” tutur Direktur Utama APLOG, Danny P. Thaharsyah dalam seremoni virtual peluncuran layanan tersebut di Kantor Pusat AP 1, Kemayoran, Jakarta.

Peluncuran layanan baru ini ditandai dengan prosesi lepas landas armada pesawat kargo ATR 72-500F registrasi PK-PAW (ex VT-KAH, M-YWAB) dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin menuju Bandara Juanda di Surabaya.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang,” terang Direktur Utama AP 1, Faik Fahmi.

Menurutnya, hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia.

Pada layanan air freight ini, APLOG bekerjasama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan armada pesawat.

Pada tahap awal, layanan air freight ini didukung dua armada ATR 72-500F yang disewa dari Pelita Air. Kemudian, ke depannya akan ada penambahan satu pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

Mulai Besok Penerbangan di Timika Kembali Dibuka

Penerbangan dari dan ke Timika, Papua akan kembali dibuka mulai 5 Juni 2020. Hal tersebut diungkapkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Namun demikian, penerbangan belum sepenuhnya dioperasikan secara normal. Setiap maskapai yang memiliki rute dari dan ke Timika hanya diizinkan terbang dua kali dalam sepekan.

“Nanti terserah, maskapai Garuda, Batik atau Sriwijaya, mereka (maskapai) atur hari apa saja dan jalurnya seperti biasa,” ujar Eltinus di Timika, seperti dikutip seputarpapua.com, Rabu (3/6/2020).

Eltinus menyebutkan, konektivitas jalur udara kembali dibuka lantaran masih banyak warganya yang berada diluar Timika.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Selain itu, banyak pimpinan daerah yang akan kembali ke Timika tetapi kesulitan dengan aksesibilitasnya.

“Kita punya warga masih banyak yang berada di Jakarta, begitu juga banyak warga yang di Timika mau keluar tapi kesulitan,” jelasnya.

Eltinus menambahkan, pembukaan penerbangan ini dilakukan juga agar perjalanan dinas bisa lebih mudah. Untuk itu, Ia berharap agar ketiga maskapai penerbangan tersebut bisa mengatur jadwal penerbangan dua kali dalam seminggu.

“Prosedur penerbangan dan syarat penumpang harus sesuai dengan protokol kesehatan. Setiap penumpang harus memiliki Surat Kesehatan Bebas Covid-19,” tandasnya.

Pelaksanaan Haji Dibatalkan, Garuda Kehilangan 10% Pendapatan

Pembatalan pengiriman calon jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi yang sudah diputuskan Kementerian Agama dipandang sebagai pukulan besar bagi bisnis Garuda Indonesia. Menurut Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi, sektor penerbangan haji menyumbang 10 persen pendapatan bagi maskapai pelat merah ini.

“Pembatalan pemberangkatan haji berdampak pada maskapai Garuda Indonesia. Berdasarkan informasi, sektor penerbangan haji menyumbang 10 persen pendapatan Garuda. Maka ini akan semakin menyulitkan bisnis usaha BUMN tersebut,” kata Baidowi dalam pernyataan pers, Rabu (3/6/2020).

Kata dia, selama ini Garuda ditunjuk pemerintah untuk melayani penerbangan Indonesia – Arab Saudi untuk kegiatan haji.

Dari layanan ibadah haji ini, menurut Baidowi, Garuda mengantongi pendapatan cukup besar dan ini sangat diperlukan untuk memberikan keuntungan Garuda di tengah bisnis penerbangan yang terdampak Covid-19. Apalagi sebelumnya Garuda juga mengalami masalah keuangan.

Baca Juga:

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Komisi VI DPR RI meminta Garuda mencari formulasi dan skema bisnis baru untuk menyelamatkan bisnis perusahaan.

“Untuk itu, Garuda Indonesia harus mencari formulasi baru terkait skema bisnis agar perusahaan tidak terlalu terdampak. Salah satunya dengan mengoptimalkan penerbangan kargo agar pemasukan tetap ada,” kata Baidowi.

Baidowi menyebutkan, tanggung jawab penyelamatan Garuda bukan hanya dibebankan kepada pemerintah sebagai pemilik saham terbesar, namun juga pihak swasta yang juga memiliki saham Garuda.

“Pemerintah dan pemilik saham harus segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Maka, pihak swasta tersebut juga harus bertanggungjawab dalam penyelamatan Garuda Indonesia,” tutup Baidowi.

Garuda Luncurkan Layanan Pengiriman Barang Berbasis Aplikasi Digital

Melalui lini usaha transportasi dan logistik (Aerojasa Cargo), Garuda Indonesia Group secara resmi meluncurkan aplikasi digital ‘KirimAja’.

Aplikasi tersebut merupakan layanan pengiriman barang dengan jangkauan pengiriman ke sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. Pengiriman untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah antarkota lainnya didukung layanan dari Aerojasa Cargo.

“Pandemi COVID-19 menuntut kami untuk semakin adaptif dan kreatif berakselerasi mengembangkan opportunity bisnis di era new normal. Salah satunya kami kembangkan melalui bisnis layanan logistik dengan memperkenalkan KirimAja,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia serta munculnya tren baru pada era new normal, menjadikan sektor layanan logistik memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat akan layanan pengiriman barang secara cepat, tepat, dan efisien.

“KirimAja kami harapkan dapat menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat maupun sektor UMKM yang membutuhkan layanan pengiriman barang secara online,” ungkap Irfan.

Baca Juga:

Dokumen Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Dicek Secara Digital

Begini Prosedur Pelayanan Bandara AP 1 di Situasi New Normal

“KirimAja juga turut didukung oleh business model berbasis komunitas yang tidak hanya semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, namun juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat yang bergabung sebagai agen pengiriman melalui program Sohib KirimAja,” imbuhnya.

Dijelaskan Irfan, aplikasi tersebut dilengkapi berbagai fitur yang dapat diakses dengan mudah seperti reservasi, booking managementreal time trackingtracing, pengecekan tarif pengiriman, hingga pembayaran yang dapat dilakukan dengan virtual account.

Saat ini, KirimAja dapat melayani pengiriman barang umum, mulai dari produk fesyen, barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, makanan kering, hingga produk non-perishable lainnya. Ke depannya, KirimAja akan mengembangkan kapasitas layanan lainnya, khususnya untuk segmentasi pengiriman makanan dengan durasi pengiriman yang lebih singkat.

 

Ombudsman RI: Naik Pesawat Kini Makin Repot dan Mahal

Menikmati perjalanan udara dengan menggunakan moda transportasi pesawat kini tak lagi bisa dilakukan dengan mudah bagi para calon penumpang. Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan biaya yang dikeluarkan mahal.

Selain itu, aturan terkait penggunaan layanan transportasi dinilai sering berubah. Bahkan, antara aturan pemerintah pusat dan daerah dipandang tidak sinkron.

“Dengan peraturan yang sedemikian sering berubah dan tidak sinkronnya peraturan Pusat dgn Peraturan Daerah, makin repot dan mahal bagi calon penumpang pesawat (untuk bisa) terbang,” cetus Anggota Ombudsman RI sekaligus pemerhati penerbangan, Alvin Lie, dalam pernyataan tertulis yang IndoAviation terima, Selasa, (2/6/2020).

Alvin membeberkan, calon penumpang harus punya surat dinas atau surat keterangan dari RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan. Kemudian, mereka juga harus punya surat keterangan sehat, bebas dari influenza dan sebagainya dari rumah sakit atau Puskesmas.

Selain itu, yang menjadi sorotan Alvin adalah biaya tes Covid-19 yang cukup mahal dan mungkin melebihi harga tiket pesawat.

Baca Juga:

Dokumen Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Dicek Secara Digital

Begini Prosedur Pelayanan Bandara AP 1 di Situasi New Normal

“Harus punya hasil negatif uji Covid-19. Rapid Test sekitar Rp550ribu s/d Rp700ribu, berlaku hanya 3 hari. PCR/ Swab test sekitar Rp2,5juta berlaku untuk 7 hari. Biaya uji Covid-19 bisa lebih mahal daripada harga tiket pesawat,” paparnya.

Belum lagi, kata dia, calon penumpang diarahkan agar tiba di bandara setidaknya 4 jam sebelum jadwal keberangkatan, lantaran untuk proses validasi dokumen-dokumen dan sebagainya.

“Praktis berangkat dari rumah minimal 5 jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat, padahal durasi penerbangan dari Jakarta ke Surabaya hanya 1 jam. Jakarta ke Semarang, Jogja & Solo hanya sekitar 45 menit penerbangan. Apa masuk akal?” tegasnya.

Alvin membandingkan, disisi lain, perjalanan darat lewat jalan tol trans-Jawa, Jakarta-Semarang hanya sekitar 5 jam 30 menit s/d 6 jam.

“Jakarta-Solo hanya 6 s/d 7 jam, Jakarta Surabaya sekitar 9 jam. Apakah nalar bepergian naik pesawat untuk route Jawa? Bagaimana airlines bisa bertahan hidup?” tandasnya.

Tutup Operasional Lagi, Lion Air Group Kembalikan Penuh Uang Tiket

Terhitung mulai 5 Juni mendatang, tiga maskapai Lion Air Group menghentikan sementara waktu operasional penerbangannya. Penangguhan sementara ini dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

“(Lion Air Group) akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional, yang dijadwalkan mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” tutur Komunikasi Strategis Perusahaan Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Terkait kebijakan itu, manajemen memastikan proses pengembalian dana tiket pesawat bagi penumpang akan berlaku 100 persen atau penuh tanpa potongan.

“Lion Air Group memfasilitasi kepada calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya,” jelasnya.

Baca Juga:

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Danang mengatakan, proses pengembalian uang tiket dapat dilakukan melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan 021-6379 8000 dan 0804-177-8899 atau melalui e-mail refund.voucher@lionair.co.id.

“Lion Air Group senantiasa memantau perkembangan situasi, mengumpulkan data dan informasi serta mengimplementasikan berbagai langkah antisipasi yang dibutuhkan guna mempersiapkan kembali layanan penerbangan mendatang, agar operasional penerbangan Lion Air Group tetap berjalan berdasarkan ketentuan berlaku,” tandasnya.

Lion Air Group Setop Lagi Layanan Penerbangan Penumpang

A330-900 Neo Lion Air. Sumber gambar: Airbus.

Tiga maskapai Lion Air Group kembali menutup layanan penerbangan penumpang mulai 5 Juni mendatang. Padahal, mereka baru membuka kembali operasional layanan reguler tersebut Senin (1/6/2020) kemarin.

“(Lion Air Group) akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional, yang dijadwalkan mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut,” tutur Komunikasi Strategis Perusahaan Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Danang menjelaskan, keputusan tersebut mempertimbangkan evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya.

“Banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara disebabkan kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” terangnya.

Baca Juga:

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Sebelumnya, Lion Air Group secara resmi menangguhkan sementara operasi layanan penerbangan penumpang selama 5 hari, mulai 27 Mei hingga 31 Mei 2020. Kebijakan tersebut mengacu pada hasil evaluasi perusahaan setelah penerbangan khusus di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dibuka.

Saat itu Danang mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi, banyak penumpang tak paham terhadap syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan perjalanan. Syarat yang dimaksud sesuai dengan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, seperti surat izin keluar-masuk (SIKM) dan hasil tes PCR atau rapid test.

Sebelum itu, grup maskapai berlogo singa merah ini pada 7 Mei 2020 mengumumkan rencana pengoperasian kembali layanan penerbangan rute domestiknya mulai 10 Mei 2020.

Operasional layanan ini akan dijalankan di tengah larangan pemerintah kepada maskapai agar tidak mengangkut penumpang di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan zona merah penyebaran Covid-19 selama periode 25 April – 31 Mei 2020.

Begini Prosedur Pelayanan Bandara AP 1 di Situasi New Normal

Angkasa Pura I (AP 1) menyatakan telah siap untuk menerapkan prosedur pelayanan kepada penumpang pesawat di 15 bandara yang dikelola dalam situasi new normal atau tatanan baru.

“Angkasa Pura I telah menyelesaikan pedoman protokol kesehatan untuk mendukung operasional penerbangan dalam situasi new normal. Pedoman ini dapat sesegera mungkin disosialisasikan dan diterapkan begitu peraturan resmi mengenai situasi new normal dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19,” ujar Vice President Corporate Secretary AP 1, Handy Heryudhitiawan, Jum’at (29/5/2020).

Handy menjelaskan, secara khusus, pedoman Protokol Kesehatan The New Normal yang disiapkan AP 1 mengatur secara detail mengenai prosedur dan persyaratan yang dibutuhkan bagi calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan udara, baik domestik maupun internasional.

Dalam pedoman ini juga diinformasikan mengenai berbagai upaya pencegahan, penyebaran dan penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang telah dilakukan AP 1. Di antaranya adalah penerapan social/physical distancing dan pemeriksaan dokumen kesehatan. Selain itu, pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan bagi penumpang, mitra usaha dan seluruh personil yang bertugas di bandara.

Baca Juga:

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

“Kami memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check-introliself check-in machine, SCP (tray & x-ray), toiletboarding pass scannerhand railarmchair dan lain sebagainya di bandara kami. (Seluruh faslitas itu) dilakukan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan desinfektan,” urai Handy.

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, AP I mewajibkan penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti kacamata pelindung, masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan di area-area terminal.

Selain itu, untuk pelaksanaan physical distancing, perseroan telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area check-in, SCP, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

“Pedoman protokol kesehatan The New Normal ini merupakan komitmen Angkasa Pura I untuk memberikan suatu rasa aman dan nyaman kepada seluruh calon penumpang jasa bandara dan mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Dokumen Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Dicek Secara Digital

Dalam beberapa waktu ke depan, Angkasa Pura II (AP 2) akan memberlakukan pemeriksaan dokumen perjalanan secara digital bagi calon penumpang pesawat rute domestik di tengah pandemi COVID-19.

Menyusul hal tersebut, Ahad (31/5/2020) kemarin telah dilakukan simulasi pemeriksaan secara digital terhadap dokumen calon penumpang pesawat.

“Proses saat ini adalah calon penumpang membawa seluruh berkas dokumen untuk diperiksa di bandara. Ke depannya akan dilakukan pemeriksaan secara digital,” ujar Presiden Direktur AP 2, Muhammad Awaluddin.

Dengan pemeriksaan digital, menurutnya, calon penumpang rute domestik bisa mengunggah dokumen yang harus dipenuhi ke aplikasi Travel Declaration [Travelation]. Apabila disetujui, maka calon penumpang akan mendapat sertifikat digital pre-clearance yang bisa dibuka di gadget.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan di bandara. Melalui digitalisasi proses menjadi lebih ringkas namun tetap ketat, dan memastikan terwujudnya physical distancing,” imbuh Awaluddin.

Baca Juga:

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

Kata dia, simulasi akan kembali dilakukan hari ini, Senin, 1 Juni 2020, hingga proses berjalan sempurna. Kemudian akan masuk tahap uji coba dan selanjutnya pelaksanaan.

Sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 05/2020 yang memperpanjang masa berlaku Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 hingga 7 Juni 2020, berkas dokumen yang harus dipenuhi calon penumpang sebagai berikut:

1. Surat tugas bagi ASN dan TNI/Polri yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat eselon 2
2. Surat tugas bagi pegawai BUMN/BUMD/UPT/Satker/organisasi non-pemerintah/lembaga usaha, yang ditandatangani oleh direksi/kepala kantor
3. Menunjukan surat keterangan uji Reverse Transcription – Polymese Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan Rapid-Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan
4. Surat keterangan bebas gejala seperti influensa dari dokter RS atau Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test
5. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui Lurah/ Kepada Desa setempat
6. Menunjukkan KTP atau tanda pengenal lain yang sah
7. Melaporan rencana perjalanan

Sementara itu, surat keterangan rujukan rumah sakit juga harus dilengkapi bagi pasien atau orang yang anggota keluarga inti sakit keras. Bagi orang yang ingin melakukan perjalanan karena anggota keluarga inti meninggal dunia, diminta melengkapi surat keterangan kematian.

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Citilink Indonesia efektif beroperasi kembali mulai 1 Juni 2020. Pada hari perdana operasi di masa kebijakan new normal atau tatanan baru ini, maskapai melaporkan melayani 104 penerbangan reguler penumpang.

“Citilink hari ini memulai kembali melayani penerbangan reguler penumpang sebanyak 104 penerbangan ke 21 kota dengan menerapkan prosedur new normal,” kata Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo di Cengkareng, Senin (1/6/2020).

Juliandra mengatakan, dengan penerapan kebijakan tatanan baru, pada fase pra-penerbangan Citilink bekerjasama dengan pihak KKP dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di bandara setempat untuk memeriksa dan memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang.

Baca Juga:

Dokumen Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Dicek Secara Digital

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

Pihaknya memastikan penumpang yang terbang sedang berada dalam kondisi sehat dengan mewajibkan penumpang untuk menunjukkan surat keterangan bebas COVID-19 berdasarkan hasil PCR test atau rapid test.

Citilink juga memberikan jarak antrean untuk penumpang dalam melakukan check-in di konter check-in serta menyediakan fasilitas web check-in ataupun melalui mesin self-check in yang disediakan di bandara.

Selain itu, Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding untuk menghindari penumpukan penumpang.

Begini Prosedur Layanan Citilink di Masa New Normal

Citilink Indonesia efektif beroperasi kembali mulai 1 Juni 2020 dengan menerapkan sejumlah kebijakan dan prodesur baru di masa new normal atau tatanan baru ini.

“Citilink hari ini memulai kembali melayani penerbangan reguler penumpang sebanyak 104 penerbangan ke 21 kota dengan menerapkan prosedur new normal,” tutur Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo di Cengkareng, Senin (1/6/2020).

Dia menerangkan, dengan penerapan kebijakan tatanan baru, pada fase pra-penerbangan Citilink bekerjasama dengan pihak KKP dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di bandara setempat untuk memeriksa dan memverifikasi kelengkapan dokumen penumpang.

pada fase ini, pihaknya memastikan penumpang yang terbang sedang berada dalam kondisi sehat dengan mewajibkan penumpang untuk menunjukkan surat keterangan bebas COVID-19 berdasarkan hasil PCR test atau rapid test.

Citilink juga memberikan jarak antrean untuk penumpang dalam melakukan check-in di konter check-in serta menyediakan fasilitas web check-in ataupun melalui mesin self-check in yang disediakan di bandara.

Selain itu, Citilink menerapkan new boarding management untuk mengatur jarak dalam antrean selama proses boarding untuk menghindari penumpukan penumpang.

Baca Juga:

Dokumen Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Dicek Secara Digital

Geliat di Masa New Normal, Citilink Layani 104 Penerbangan Reguler

Pada fase dalam-penerbangan, Citilink menerapkan standar baru di dalam pesawat selama penerbangan. Di antaranya; pengaturan tempat duduk, seluruh penumpang hingga kru pesawat diwajibkan selalu menggunakan masker, dan penyediaan cairan pembersih tangan di seluruh pesawat.

Kemudian, proses penyajian makanan dan minuman selama penerbangan dilakukan dengan tata cara yang higienis. Tak ketinggalan, pengaturan jarak penumpang saat proses keluar pesawat (disembark).

Di samping itu, maskapai meniadakan inflight magazine cetak dan digantikan dengan inflight magazine elektronik yang dapat diunduh di gawai masing-masing penumpang melalui entertainment system. Fasilitas ini akan tersedia secara bertahap di armada Citilink.

Sedangkan pada fase pasca-penerbangan, Citilink melakukan pengaturan jarak saat pengambilan bagasi di area kedatangan dengan tetap melakukan prosedur pemeriksaan dan pencocokan terhadap bagasi yang keluar.

Dalam rangka menjaga kebersihan dan sterilisasi kabin pesawat, Citilink melakukan desinfeksi pada seluruh pesawat yang beroperasi setiap harinya. Maskapai melengkapi armada dengan sistem penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arrestor) untuk menyaring debu serta berbagai bahan pencemar udara, termasuk virus dan bakteri.

Bincang Bisnis Jasa Kirim Barang Multi Kurir Bulan Juni 2020

Bincang Bisnis Jasa Kirim Barang Multi Kurir
Hubungi AZURA TEAM 082218877741
MuKu (Multi Kurir) adalah solusi bagi UKM, Pebisnis Online, dan Anda yang baru ingin membuka sebuah bisnis platform pengiriman dengan banyak layanan.
Bongkar Rahasia Sukses Bisnis Jasa Kirim Barang Multi Kurir,
Dijamin bisa Langsung Punya Bisnis Jasa Kirim Barang sendiri setelah mengikuti Seminar dan Pelatihan ini.

Tips 3 Cara Menjadi Kaya :
1. Nikah dengan Orang Kaya
2. Lahir dari Keluarga Kaya
3. Bisnis Jasa Kirim Barang smile emotikon

Mau Tahu Caranya?!
Ikuti Bincang Bisnis Jasa Kirim Barang…

Apapun latar belakang anda.. ibu rumah tangga, pegawai, profesional, Pengusaha,
Mahasiswa dll bisa menjalankan bisnis ini.. dan jadi Kaya Aamiin…

Siap Jadi Kaya??
Daftar Skr..
SMS ketik :
Kota / Nama / No HP
Kirim ke 082218877741

“Jika Harus Tebang 7 pohon dalam waktu 7 jam saya memilih menghabiskan waktu 2 jam untuk asah kapaknya dulu… ” Steven Covey

Jadwal Seminar Bisnis Tour And Travel
Berikut Jadwal Seminar Bisnis Tour Travel Di Kota Anda:

Bulan Juni 2020

06 JUNI, SEMINAR ONLINE
TTR TV Streaming On ZOOM & YOUTUBE LIVE ( LINK KHUSUS )
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
GRATIS !!!

14 JUNI, SEMINAR ONLINE
TTR TV Streaming On ZOOM & YOUTUBE LIVE ( LINK KHUSUS )
Pukul : 09.00 WIB – Selesai
Hanya Rp. 500.000 (*Sudah Termasuk System Bisnisnya senilai Rp. 1.500.000).

====================

Harus sesuai KTP
Nomer yang bisa dihubungi atau whatsapp
Misal : Jakarta
Misal: Aziz member Azura Travel

FORMAT SMS :
NAMA // NO HP // KOTA SEMINAR
WHTASAPP KE NOMER 082218877741
A/N QORI AZIZUL HAKIM

ANDA AKAN BELAJAR :
– Bagaimana Kaya Raya Melalui Bisnis Jasa Kirim Barang
– Bagaimana Punya Peternakan Uang Yang Bisa Bekerja 24 Jam
– Bagaimana Memulai Bisnis Jasa Kirim Barang Dengan Modal Minim
– Cara Memarketingkan Bisnis Jasa Kirim Barang
– Tips-Tips Sukses Dari Pengusaha Bisnis Jasa Kirim Barang
– Panduan All Transaksi Bisnis Jasa Kirim Barang
(Mau Tanya Apa Aja Boleh)

PEMBICARA :
H. M. ARDANS DACHLAN, ST
DIREKSI MMBC INDO
(Memulai Usaha Tour & Travel dari Kamar Kos, Alhamdulillah Sekarang Punya
Puluhan Kantor Cabang di Kota-Kota Besar di Indonesia, dan Ribuan Agen
di Seluruh Indonesia )* (MIA)
Penyelenggara dari MMBC INDO AKADEMI , Pembicara adalah Salah Satu
Cabang / Distributor di MMBC INDO GROUP Yang sudah sukses di bisnis Tour
& TravelDaftar Sekarang Juga..

Sebelum Full Book!!
SMS, KETIK :
SEMINAR_KOTA_NAMA_NOHP
KIRIM ke 082218877741

Segera sisihkan waktu Anda untuk menghadiri seminar ini. Semakin cepat semakin baik. Dan terakhir dari penulis

“Saat Anda mencoba ada 2 kemungkinan yaitu SUKSES atau BELAJAR, tetapi Apabila Anda tidak Mencoba maka 110% Anda telah gagal”. Cobalah Terlebih dahulu!

 

Atau Anda ingin langsung memiliki Bisnis Tour Travel dan mendapatkan bimbingan oleh Tim Tour Travel Silahkan
DAFTAR DISINI.

Salam Sukses
Qori Azizul Hakim
OWNER AZURA TRAVEL
Jl. Anugerah Raya No.56, Jatiwaringin , Bekasi , Jawa Barat 17411
Mobile : +6281 22 188 777 41
Email : admin@azuratravel.com
Website : www.azuratravel.com

 

Support by :
Bank OCBCNISP
Alfamart
LionExpress
Toko Buku Gramedia
Toko Buku Togamas
Ardan FM bandung
MmbcIndoAkademi (MIA)
‪#‎MMBCINDOGROUP‬
#AZURATRAVEL